Minggu, 26 September 2010

Kebudayaan Non-Melayu dan Non-Jawa

Kebudayaan Non-Melayu dan Non-Jawa


Profil seorang gadis Sunda. Meski beragama Islam - salah satu ciri kebudayaan Melayu-masyarakat Sunda memiliki corak budaya yang berbeda dengan Melayu atau Jawa
Ada sementara pendapat mengatakan,bahwa yang dimaksud dengan kebudayaan non-Melayu dan non-Jawa adalah kebudayaan yang dimiliki oleh ras lain, seperti China (ras Mongol), Eropa (ras Kaukasia), Afrika (ras Negro), dan sebagainya. Meskipun demikian di antara bangsa Indonesia sendiri ada beberapa sukubangsa yang tidak termasuk dalam wilayah kebudayaan Melayu dan wilayah kebudayaan Jawa, karena tidak memiliki ciri-ciri kedua tipe kebudayaan tersebut seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Orang Sunda dapat dijadikan salah satu contoh sukubangsa yang tidak dapat digolongkan dalam kebudayaan Melayu atau kebudayaan Jawa. Walaupun orang Sunda beragama Islam, yang merupakan salah satu ciri kebudayaan Melayu, namun mereka memiliki corak kebudayaan tersendiri yang berbeda dengan kebudayaan Melayu atau Jawa.

Demikian pula halnya dengan orang Lampung, mereka juga beragam Islam namun memiliki kebudayaan dan bahasa tersendiri. Beberapa pihak membedakan sukubangsa Lampung menjadi dua sub-sukubangsa, yakni orang Lampung yang beradat pepadun (Lampung Pepadun) dan orang Lampung yang beradat Saibatin atau Peminggir (Lampung Peminggir). Orang Lampung memiliki bahasa sendiri yang disebut behasou Lampung atau umung Lampung atau cewo Lampung. Bahasa ini masih dapat dibagi menjadi dua logat atau dialek, yaitu dialek Lampung Belalau dan dialek Lampung Abung; yang masing-masing dibedakan atas dasar pengucapan “a” dan “o”, sehingga biasanya juga disebut dialek “a” dan dialek “o”. Orang Lampung juga mempunyai aksara sendiri, yang biasa disebut surat Lampung.


Upacara naik Pepadun, Lampung. Acara adat pemberian gelar ini membedakan masyarakat Lampung menjadi dua sub suku bangsa yakni Lampung Pepadun dan Lampung Peminggir atau Lampung Saibitin, yang menjalankan adat Saibitin. Seperti halnya orang Sunda, masyarakat Lampung, meski beragama Islam, juga memiliki kebudayaan dan bahasa tersendiri
Selain itu di Indonesia terdapat kelompok sosial lain yang tidak secara langsung mengidentifikasi diri sebagai orang Melayu, akan tetapi menggunakan salah satu dialek dari bahasa Melayu. Sebagai contoh, di tanah Minahasa ada sejumlah sub-sukubangsa Minahasa yang masing-masing menggunakan dialek tersendiri.
Sedangkan sebagai sarana komunikasi antar anggota sub-sukubangsa itu digunakan bahasa lain, yaitu bahasa Melayu Manado.

Ketiga bentuk kebudayaan yang ada di Indonesia, yaitu kebudayaan Melayu, Jawa, serta non-Melayu dan non-Jawa, sesungguhnya telah saling berinteraksi sejak dahulu kala, yaitu sejak adanya kontak antara kebudayaan-kebudayaan tersebut. Kepentingan-kepentingan hidup sosial, ekonomi, dan politik, telah menjadikan interaksi itu bervariasi, mulai dari sifatnya yang positif berupa kerjasama atau tolong-menolong sampai yang negatif berupa perselisihan dan peperangan.


"Barongsay", salah satu contoh kesenian berasal dari Kebudayaan Tionghoa yang kemudian berakulturasi dengan kesenian lokal. Salah satu contoh gedung di Indonesia yang arsitekturnya dipengaruhi gaya arsitektur Eropa

Masyarakat pendukung ketiga kebudayaan tersebut beriteraksi untuk kepentingan hidup yang paling azasi, bergaul untuk memenuhi hasrat sosial dan kebutuhan hidup mereka. Pergaulan antara individu-individu yang berlainan jenis biasanya berakhir dengan perkawinan. Dari perkawinan itu diperoleh keturunan yang disebut peranakan, misalnya peranakan China, peranakan India, peranakan Belanda (Indo), dan sebagainya.

Tidak semua interaksi antara anggota-anggota ketiga kebudayaan tersebut menghasilkan pembauran. Akan tetapi adanya pembauran memang berawal dari adanya interaksi. Interaksi yang relatif banyak menghasilkan pembauran ialah dengan bangsa India dan Arab yang beragama Islam. Interaksi sosial yang berawal dari aktivitas perdagangan dan penyebaran agama, banyak menyebabkan perkawinan antara masyarakat setempat dengan para pendatang. Dari perkawinan itu menghasilkan keturunan yang menyatu dengan masyarakat pendukung ketiga kebudayaan tersebut.


Ukiran kayu Banjarmasin bermotif kaligrafi. Pengaruh kebudayaan Arab yang islami sangat menonjol di Indonesia. Hal ini terjadi karena efektifnya penyesuaian budaya islam kedalam budaya lokal Indonesia Patung Budha di Candi Borobudur, Jawa Tengah. Contoh bangunan monumental yang dipengaruhi agama Hindu dan Budha yang berawal dari kebudayaan India.

Interaksi sudah barang tentu membawa pengaruh kepada kebudayaan setempat yang telah ada sebelumnya, dalam hal ini kebudayaan Melayu dan kebudayaan Jawa. Perubahan kebudayaan asing yang dibawa ke Indonesia oleh bangsa asing, telah dapat diterima dan diserap oleh kebudayaan setempat (pribumi). Sejak dahulu kala sampai saat ini banyak bangsa asing yang datang ke Indonesia, dengan demikian telah terjadi kontak kebudayaan sejak berabad-abad lamanya.
Orang-orang keturunan Arab di Indonesia misalnya, lebih mudah bergaul dengan penduduk pribumi Indonesia. Hal ini dikarenakan adanya persamaan latar belakang keagamaan, yaitu agama Islam, yang dibawa para pedagang bangsa Gujarat dari India pada sekitar abad ke-15. Ajaran agama Islam menjadi efektif di Indonesia setelah melalui proses penyesuaian dengan budaya lokal.
Pengaruh kebudayaan Arab yang sangat menonjol di Indonesia dapat dilihat dari bentuk bangunan mesjid, penggunaan kata-kata dari bahasa Arab, serta dalam berbagai tradisi atau upacara adat yang bernafaskan agama Islam.
Kontak kebudayaan dengan bangsa India yang secara luas dapat dirasakan ialah berkembangnya kebudayaan Hindu dan Buddka di Indonesia. Bukti adanya kontak dengan kebudayaan India adalah adanya peninggalan sejarah purbakala, antara lain candi Prambanan dan Borobudur yang terkenal itu.


Dalam keanekaragaman suku, agama, adat-istiadat, rasa persatuan dan kesatuan tetap dijunjung tinggi. Bhinneka Tunggal Ika
Sastra suci Ramayana dan Mahabharata yang didasarkan pada agama Hindu mengilhami seniman-seniman Indonesia menciptakan kreasi wayang purwa yang tumbuh dan berkembang tidak hanya di Jawa, tapi dikenal hampir di seluruh Nusantara. Demikian pula dalam kehidupan kemasyarakatan, sistem kasta di India diterapkan dalam kebudayaan Bali, terutama untuk mengatur pembagian kerja, serta sistem pewarisan kedudukan dan peranan sosial secara geneologis.
Keberadaan bangsa-bangsa asing di Indonesia menambah keanekaragaman kebudayaan yang ada. Pada umumnya mereka berupaya untuk membaur dengan orang Indonesia melalui berbagai cara, salah satunya dengan mengadakan perkawinan campur. Hasil perkawinan campur inilah menurunkan bangsa atau suku-bangsa campuran, seperti orang Mestizo di propinsi Timor Timur, orang China peranakan, atau orang “Indo”. Meskipun demikian mereka tetap merasa sebagai bangsa Indonesia, yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan di bawah semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”.

http://www.indonesiamedia.com/2004/06/early/budaya/budaya-0604-melayujawa.htm

Asal Usul Bendera Indonesia

Siapa Yang Lebih Dulu Menggunakan Bendara Merah Putih : Indonesia, Polandia atau Monaco?

  • Asal Usul -Polandia
    Bendera Polandia terdiri atas dua garis horizontal dengan lebar yang sama, bagian atas putih dan bagian bawah merah. Dua warna tersebut didefinisikan dalam konstitusi Polandia sebagai warna nasional.

    Putih dan merah secara resmi diadopsi sebagai warna nasional pada tahun 1831. Hal itu didasarkan atas tincture (warna) khas dari lambang dua negara konstituen Persemakmuran Polandia-Lituania, yaitu Elang Putih dari Polandia dan The Pursuer of Lituania, seorang ksatria berkulit putih yang menunggangi kuda putih lengkap dengan perisai merah. Sebelum itu, tentara Polandia memakai kombinasi berbagai warna. Bendera nasional secara resmi diadopsi pada tahun 1919. Sejak tahun 2004, Polish Flag Day dirayakan pada tanggal 2 Mei.


    Monaco
    Bendera nasional Monaco terdiri atas dua strip horizontal yang sama, merah (atas) dan putih (bawah). Warna Merah dan Putih sudah menjadi corak khas The House of Grimaldi paling tidak semenjak 1339, namun dengan desain yang berubah-ubah.. Desain dua warna diadopsi pada tanggal 4 April 1881, di bawah pimpinan Pangeran Charles III.

    Bendera Monako yang asli (berbentuk sama dengan Bendera negara Monako tapi dengan gambar simbol negara versi sebelumnya di tengahnya) sudah digunakan sejak awal kerajaan ini berdiri, kecuali saat Monako di-aneksasi Perancis pada periode 1793-1814. Bentuknya kini yang lebih sederhana mulai digunakan sejak 4 April 1881.


    Indonesia
    Bendera nasional Indonesia, yang dikenal sebagai Sang Saka Merah Putih ("Merah Putih") didasarkan pada bendera Kerajaan Majapahit pada abad ke-13 di Jawa Timur. Bendera itu sendiri diperkenalkan dan dikibarkan secara resmi di hadapan dunia pada upacara Hari Kemerdekaan Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945. Desain bendera masih tetap sama sampai sekarang.

    Warna merah putih berasal dari bendera Kerajaan Majapahit pada abad ke-13. Kemudian, warna-warna itu dihidupkan kembali oleh para mahasiswa dan para nasionalis di awal abad 20 sebagai ekspresi nasionalisme melawan Belanda. Bendera merah-putih dikibarkan untuk pertama kalinya di Jawa pada tahun 1928. Di bawah pemerintahan Belanda, bendera itu dilarang berkibar. Sistem ini diadopsi sebagai bendera nasional pada tanggal 17 Agustus 1945, ketika kemerdekaan diumumkan dan telah digunakan sejak saat itu.

    Ada juga cerita lain tentang bendera Indonesia, yang secara signifikan berhubungan dengan bendera Belanda. Di bawah kolonialisme Belanda, setiap urusan menggunakan bendera Belanda (merah-putih-biru). Sedangkan bendera Indonesia dilarang digunakan. Sebagai simbol perlawanan terhadap Belanda, kaum nasionalis Indonesia dan gerakan kemerdekaan merobek bendera Belanda. Mereka merobek bagian bawah bendera, dan memisahkan warna merah dan putih dari warna biru. Alasan utamanya adalah karena biru pada bendera Belanda dipahami sebagai berdiri untuk aristokrasi "berdarah biru". Sebaliknya, warna merah mewakili darah yang tertumpah dalam Perang Kemerdekaan, sedangkan putih bisa dipahami untuk melambangkan kemurnian Indonesia.

    Nama resminya adalah Sang Merah Putih sesuai dengan Pasal 35 UUD 1945. Bendera ini juga biasa disebut Bendera Merah Putih, Sang Dwiwarna, atau Sang Saka Merah Putih. Bendera Pusaka adalah bendera yang dikibarkan di depan rumah Soekarno beberapa saat setelah dia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Bendera Pusaka ini adalah dijahit oleh Ibu Fatmawati Soekarno, dan dikibarkan setiap tahun di depan istana presiden pada saat upacara hari kemerdekaan. Namun, karena dianggap terlalu rapuh, Bendera Pusaka dikibarkan untuk yang terakhir kalinya pada 17 Agustus 1968.

    Merah berarti keberanian, sedangkan putih berarti kemurnian. merah tersebut merupakan tubuh manusia atau kehidupan fisik, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia atau kehidupan rohani. Bersama-sama mereka berdiri untuk melengkapi manusia.

    Secara tradisional, sebagian besar masyarakat Indonesia telah menggunakan merah dan putih sebagai warna suci mereka, pencampuran warna gula (warna merah berasal dari gula kelapa atau Gula aren) dan beras (berwarna putih). Sampai hari ini, keduanya merupakan komponen utama masakan Indonesia setiap hari. Rupanya, penduduk Kerajaan Majapahit juga menggunakan konsep ini dan dirancang sebagai bendera merah dan putih.

    Note : Kerajaan majapahit berdiri tahun 1293



    KESIMPULANNYA
    Polandia menggunakan corak bendera putih-merah pada tahun 1831
    Monaco menggunakan corak bendera merah-putih pada tahun 1339 (itupun desainnya masih berubah-ubah)
    INDONESIA, menggunakan corak bendera MERAH PUTIH sejak jaman Kerajaan Majapahit berdiri tahun 1293!!

    INDONESIA adalah yang PERTAMAX menggunakan bendera MERAH PUTIH dan tidak pernah mengalami perubahan desain bendera. Walaupun sering terjadi pergolakan di dalam negeri, perubahan sistem pemerintahan, penjajahan oleh kaum imperialisme, MERAH PUTIH akan tetap berkibar!! MERDEKA!!!!



    sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5200020

  • Indonesia-Malaysia

    Indonesia-Malaysia
    Konflik Itu Cuma Permainan
    Minggu, 26 September 2010 | 14:25 WIB

    Ilustrasi                                                   SHUTTERSTOCK
    JAKARTA, KOMPAS.com - Konflik dua negara, Indonesia-Malaysia, yang tampak meruncing pascapenangkapan tiga Petugas Kementrian Kelautan dan Peringatan oleh polisi Diraja Malaysia dinilai sebagai permainan politik pemerintah kedua negara. Pemerintah Indonesia maupun Malaysia sengaja membesar-besarkan dan mengulur-ulur penyelesaian konflik karena mereka tidak dapat menyelesaikan persoalan dalam negeri masing-masing.
    "Ini dua rezim aneh dua-duanya, Indonesia dan Malaysia. Kedua negara tidak mampu menyelesaikan konflik dalam negeri," ujar Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi School of Goverment, Fadjroel Rachman, usai kuliah umum yang diberikan mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Dato Seri Anwar Ibrahim, di Jakarta, Minggu (26/9/2010).
    Menurut Fadjroel, masalah perbatasan Indonesia-Malaysia yang kerap memicu perselisihan hanyalah masalah teknis yang seharusnya dapat diselesaikan secara teknis, bukan dengan emosi. Solusinya sederhana. Pemimpin kedua negara harus bertemu dan menyampaikan visi dan misinya yang jelas.
    Hal senada disampaikan Anwar Ibrahim. Menurutnya, pemerintah berkuasa Malaysia melalui media sengaja membesar-besarkan masalah, memperlihatkan seolah-olah rakyat Malaysia terancam kemarahan orang Indonesia. "Seolah dibesarkan kalau negara kita Malaysia terancam kemarahan orang Indonesia. Ini dongeng baru. Tidak benar," tuturnya.
    Ditambah lagi, media-media Malaysia tidak pernah menyampaikan hal positif tentang Indonesia. "Pemerintah Malaysia membiarkan supaya tenaga rakyat terlepas. Seolah-olah ada perkelahian, padahal tidak ada. Mempermainkan akal sehat dan emosi masing-masing rakyatnya," jelas Anwar.

    Rakyat Malaysia Tidak Benci Indonesia

    Anwar Ibrahim:
    Rakyat Malaysia Tidak Benci Indonesia
    Minggu, 26 September 2010 | 14:03 WIB
    KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
    Anwar Ibrahim.
    JAKARTA, KOMPAS.com — Mayoritas rakyat Malaysia tidak membenci Indonesia. Kalau ada aura kebencian mengemuka di publik, itu adalah permainan media masssa Malaysia yang selalu menyampaikan hal buruk tentang Indonesia.
    "Tidak benar jika dikatakan mayoritas rakyat Malaysia tidak suka Indonesia. Ini hanya mayoritas kecil, kemudian dipermainkan oleh media," ujar mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim saat menyampaikan kuliah umum bertajuk "Reformasi Politik dan Demokratisasi di Malaysia" di Jakarta, Minggu (26/9/2010).
    Selama ini, tutur Anwar, media Malaysia tidak pernah menyampaikan hal positif mengenai Indonesia seperti pemberantasan korupsi yang dinilainya berlangsung cukup baik. "Ini tidak sehat dalam jangka panjang. Di Malaysia tidak ada liputan positif sama sekali tentang MK (Mahkamah Konstitusi), kritikan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), tidak ada pembahasan sama sekali, seolah-olah Indonesia korup semua," tuturnya.
    Padahal kenyataannya, masyarakat Malaysia banyak yang pro Indonesia. Masyarakat Malaysia, kata Anwar, mengenal mantan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia Soekarno-Hatta sebagai tokoh nasional mereka. "Soekarno-Hatta dinilai tokoh nasionalis. Buya Hamka dianggap sebagai ulama kami, dan 'Rasa Sayange' ini lagu kami, tapi saya tahu, asalnya dari Indonesia," ucapnya.
    Sesungguhnya, ia melanjutkan, berdasarkan sejarah, Indonesia dan Malaysia masih saudara serumpun, yaitu rumpun Melayu. Jika dilihat dari sejarahnya, rumpun Melayu baik Indonesia maupun Malaysia berasal dari Bukit Saguntang, Mahameru, Sumatera. "Kita tidak boleh padamkan kenyataan sejarah hubungan Indonesia-Malaysia," tegas Anwar.

    Sabtu, 04 September 2010

    Sejarah Konfrontasi Indonesia VS Malaysia



    Roabaca.com, Konfrontasi Indonesia-Malaysia atau yang lebih dikenal sebagai Konfrontasi saja adalah sebuah perang mengenai masa depan Malaya, Brunei, Sabah dan Sarawak yang terjadi antara Federasi Malaysia dan Indonesia pada tahun 1962-1966.

    Perang ini berawal dari keinginan Federasi Malaya lebih dikenali sebagai Persekutuan Tanah Melayu pada tahun 1961 untuk menggabungkan Brunei, Sabah dan Sarawak kedalam Federasi Malaysia yang tidak sesuai dengan perjanjian Manila Accord Wikisource-logo.svg oleh karena itu Keinginan tersebut ditentang oleh Presiden Soekarno yang menganggap pembentukan Federasi Malaysia yang sekarang dikenal sebagai Malaysia sebagai "boneka Inggris" merupakan kolonialisme dan imperialisme dalam bentuk baru serta dukungan terhadap berbagai gangguan keamanan dalam negeri dan pemberontakan di Indonesia.

    Pelanggaran perjanjian internasional konsep THE MACAPAGAL PLAN antara lain melalui perjanjian Manila Accord Wikisource-logo.svg tanggal 31 Juli 1963, Manila Declaration Wikisource-logo.svg tanggal 3 Agustus 1963, Joint Statement Wikisource-logo.svg tanggal 5 Agustus 1963[4] mengenai dekolonialisasi Wikisource-logo.svg yang harus mengikut sertakan rakyat Sarawak dan Sabah yang status kedua wilayah tersebut sampai sekarang masih tercatat pada daftar Dewan Keamanan PBB.[5] sebagai wilayah Non-Self-Governing Territories

    Latar Belakang
    Pada 1961, Kalimantan dibagi menjadi empat administrasi. Kalimantan, sebuah provinsi di Indonesia, terletak di selatan Kalimantan. Di utara adalah Kerajaan Brunei dan dua koloni Inggris; Sarawak dan Borneo Utara, kemudian dinamakan Sabah. Sebagai bagian dari penarikannya dari koloninya di Asia Tenggara, Inggris mencoba menggabungkan koloninya di Kalimantan dengan Semenanjung Malaya, Federasi Malaya dengan membentuk Federasi Malaysia.

    Rencana ini ditentang oleh Pemerintahan Indonesia; Presiden Soekarno berpendapat bahwa Malaysia hanya sebuah boneka Inggris, dan konsolidasi Malaysia hanya akan menambah kontrol Inggris di kawasan ini, sehingga mengancam kemerdekaan Indonesia. Filipina juga membuat klaim atas Sabah, dengan alasan daerah itu memiliki hubungan sejarah dengan Filipina melalui Kesultanan Sulu.

    Di Brunei, Tentara Nasional Kalimantan Utara (TNKU) memberontak pada 8 Desember 1962. Mereka mencoba menangkap Sultan Brunei, ladang minyak dan sandera orang Eropa. Sultan lolos dan meminta pertolongan Inggris. Dia menerima pasukan Inggris dan Gurkha dari Singapura. Pada 16 Desember, Komando Timur Jauh Inggris (British Far Eastern Command) mengklaim bahwa seluruh pusat pemberontakan utama telah diatasi, dan pada 17 April 1963, pemimpin pemberontakan ditangkap dan pemberontakan berakhir.

    Filipina dan Indonesia resminya setuju untuk menerima pembentukan Federasi Malaysia apabila mayoritas di daerah yang hendak dilakukan dekolonial memilihnya dalam sebuah referendum yang diorganisasi oleh PBB. Tetapi, pada 16 September, sebelum hasil dari pemilihan dilaporkan. Malaysia melihat pembentukan federasi ini sebagai masalah dalam negeri, tanpa tempat untuk turut campur orang luar, tetapi pemimpin Indonesia melihat hal ini sebagai perjanjian Manila Accord Wikisource-logo.svg yang dilanggar dan sebagai bukti kolonialisme dan imperialisme Inggris.
    “     Sejak demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur, ketika para demonstran menyerbu gedung KBRI, merobek-robek foto Soekarno, membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Tunku Abdul Rahman—Perdana Menteri Malaysia saat itu—dan memaksanya untuk menginjak Garuda[6], amarah Soekarno terhadap Malaysia pun meledak.     ”

    Demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur yang berlangsung tanggal 17 September 1963, berlaku ketika para demonstran yang sedang memuncak marah terhadap Presiden Sukarno yang melancarkan konfrontasi terhadap Malaysia[7]an juga kerana serangan pasukan militer tidak resmi Indonesia terhadap Malaysia. Ini berikutan pengumuman Menteri Luar Negeri Indonesia Soebandrio bahwa Indonesia mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia pada 20 Januari 1963. Selain itu pencerobohan sukarelawan Indonesia (sepertinya pasukan militer tidak resmi) mulai memasuki Sarawak dan Sabah untuk menyebar propaganda dan melaksanakan penyerangan dan sabotase pada 12 April berikutnya.

    Soekarno yang murka karena hal itu mengutuk tindakan demonstrasi anti-Indonesian yang menginjak-injak lambang negara Indonesia[8] dan ingin melakukan balas dendam dengan melancarkan gerakan yang terkenal dengan nama Ganyang Malaysia. Soekarno memproklamirkan gerakan Ganyang Malaysia melalui pidato beliau yang amat bersejarah, berikut ini:
    “   
    Kalau kita lapar itu biasa
    Kalau kita malu itu juga biasa
    Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!

    Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
    Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu

    Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.

    Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.

    Yoo...ayoo... kita... Ganjang...
    Ganjang... Malaysia
    Ganjang... Malaysia
    Bulatkan tekad
    Semangat kita badja
    Peluru kita banjak
    Njawa kita banjak
    Bila perlu satoe-satoe!

    Soekarno.


     Perang

    Pada 20 Januari 1963, Menteri Luar Negeri Indonesia Soebandrio mengumumkan bahwa Indonesia mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia. Pada 12 April, sukarelawan Indonesia (sepertinya pasukan militer tidak resmi) mulai memasuki Sarawak dan Sabah untuk menyebar propaganda dan melaksanakan penyerangan dan sabotase. Tanggal 3 Mei 1963 di sebuah rapat raksasa yang digelar di Jakarta, Presiden Sukarno mengumumkan perintah Dwi Komando Rakyat (Dwikora) yang isinya:

    * Pertinggi ketahanan revolusi Indonesia
    * Bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Sarawak dan Sabah, untuk menghancurkan Malaysia

    Pada 27 Juli, Sukarno mengumumkan bahwa dia akan meng-"ganyang Malaysia". Pada 16 Agustus, pasukan dari Rejimen Askar Melayu DiRaja berhadapan dengan lima puluh gerilyawan Indonesia.

    Meskipun Filipina tidak turut serta dalam perang, mereka memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia.

    Federasi Malaysia resmi dibentuk pada 16 September 1963. Brunei menolak bergabung dan Singapura keluar di kemudian hari.

    Ketegangan berkembang di kedua belah pihak Selat Malaka. Dua hari kemudian para kerusuhan membakar kedutaan Britania di Jakarta. Beberapa ratus perusuh merebut kedutaan Singapura di Jakarta dan juga rumah diplomat Singapura. Di Malaysia, agen Indonesia ditangkap dan massa menyerang kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur.

    Di sepanjang perbatasan di Kalimantan, terjadi peperangan perbatasan; pasukan Indonesia dan pasukan tak resminya mencoba menduduki Sarawak dan Sabah, dengan tanpa hasil.
    komando aksi sukarelawan

    Pada 1964 pasukan Indonesia mulai menyerang wilayah di Semenanjung Malaya. Di bulan Mei dibentuk Komando Siaga yang bertugas untuk mengkoordinir kegiatan perang terhadap Malaysia (Operasi Dwikora). Komando ini kemudian berubah menjadi Komando Mandala Siaga (Kolaga). Kolaga dipimpin oleh Laksdya Udara Omar Dani sebagai Pangkolaga. Kolaga sendiri terdiri dari tiga Komando, yaitu Komando Tempur Satu (Kopurtu) berkedudukan di Sumatera yang terdiri dari 12 Batalyon TNI-AD, termasuk tiga Batalyon Para dan satu batalyon KKO. Komando ini sasaran operasinya Semenanjung Malaya dan dipimpin oleh Brigjen Kemal Idris sebaga Pangkopur-I. Komando Tempur Dua (Kopurda) berkedudukan di Bengkayang, Kalimantan Barat dan terdiri dari 13 Batalyon yang berasal dari unsur KKO, AURI, dan RPKAD. Komando ini dipimpin Brigjen Soepardjo sebagai Pangkopur-II. Komando ketiga adalah Komando Armada Siaga yang terdiri dari unsur TNI-AL dan juga KKO. Komando ini dilengkapi dengan Brigade Pendarat dan beroperasi di perbatasan Riau dan Kalimantan Timur.

    Di bulan Agustus, enam belas agen bersenjata Indonesia ditangkap di Johor. Aktivitas Angkatan Bersenjata Indonesia di perbatasan juga meningkat. Tentera Laut DiRaja Malaysia mengerahkan pasukannya untuk mempertahankan Malaysia. Tentera Malaysia hanya sedikit saja yang diturunkan dan harus bergantung pada pos perbatasan dan pengawasan unit komando. Misi utama mereka adalah untuk mencegah masuknya pasukan Indonesia ke Malaysia. Sebagian besar pihak yang terlibat konflik senjata dengan Indonesia adalah Inggris dan Australia, terutama pasukan khusus mereka yaitu Special Air Service(SAS). Tercatat sekitar 200 pasukan khusus Indonesia (Kopassus) tewas dan 2000 pasukan khusus Inggris/Australia (SAS) juga tewas setelah bertempur di belantara kalimantan (Majalah Angkasa Edisi 2006).

    Pada 17 Agustus pasukan terjun payung mendarat di pantai barat daya Johor dan mencoba membentuk pasukan gerilya. Pada 2 September 1964 pasukan terjun payung didaratkan di Labis, Johor. Pada 29 Oktober, 52 tentara mendarat di Pontian di perbatasan Johor-Malaka dan membunuh pasukan Resimen Askar Melayu DiRaja dan Selandia Baru dan menumpas juga Pasukan Gerak Umum Kepolisian Kerajaan Malaysia di Batu 20, Muar, Johor.

    Ketika PBB menerima Malaysia sebagai anggota tidak tetap. Sukarno menarik Indonesia dari PBB pada tanggal 20 Januari 1965 dan mencoba membentuk Konferensi Kekuatan Baru (Conference of New Emerging Forces, Conefo) sebagai alternatif.

    Sebagai tandingan Olimpiade, Soekarno bahkan menyelenggarakan GANEFO (Games of the New Emerging Forces) yang diselenggarakan di Senayan, Jakarta pada 10-22 November 1963. Pesta olahraga ini diikuti oleh 2.250 atlet dari 48 negara di Asia, Afrika, Eropa dan Amerika Selatan, serta diliput sekitar 500 wartawan asing.

    Pada Januari 1965, Australia setuju untuk mengirimkan pasukan ke Kalimantan setelah menerima banyak permintaan dari Malaysia. Pasukan Australia menurunkan 3 Resimen Kerajaan Australia dan Resimen Australian Special Air Service. Ada sekitar empat belas ribu pasukan Inggris dan Persemakmuran di Australia pada saat itu. Secara resmi, pasukan Inggris dan Australia tidak dapat mengikuti penyerang melalu perbatasan Indonesia. Tetapi, unit seperti Special Air Service, baik Inggris maupun Australia, masuk secara rahasia (lihat Operasi Claret). Australia mengakui penerobosan ini pada 1996.

    Pada pertengahan 1965, Indonesia mulai menggunakan pasukan resminya. Pada 28 Juni, mereka menyeberangi perbatasan masuk ke timur Pulau Sebatik dekat Tawau, Sabah dan berhadapan dengan Resimen Askar Melayu Di Raja dan Kepolisian North Borneo Armed Constabulary.

    Pada 1 Juli 1965, militer Indonesia yang berkekuatan kurang lebih 5000 orang melabrak pangkalan Angkatan Laut Malaysia di Semporna. Serangan dan pengepungan terus dilakukan hingga 8 September namun gagal. Pasukan Indonesia mundur dan tidak penah menginjakkan kaki lagi di bumi Malaysia. Peristiwa ini dikenal dengan "Pengepungan 68 Hari" oleh warga Malaysia.
    Akhir konfrontasi
    Menjelang akhir 1965, Jendral Soeharto memegang kekuasaan di Indonesia setelah berlangsungnya G30S/PKI. Oleh karena konflik domestik ini, keinginan Indonesia untuk meneruskan perang dengan Malaysia menjadi berkurang dan peperangan pun mereda.

    Pada 28 Mei 1966 di sebuah konferensi di Bangkok, Kerajaan Malaysia dan pemerintah Indonesia mengumumkan penyelesaian konflik. Kekerasan berakhir bulan Juni, dan perjanjian perdamaian ditandatangani pada 11 Agustus dan diresmikan dua hari kemudian.

    KATA -KATA MUTIARA JENDRAL SUDIRMAN

    Yogyakarta 12 November 1945
    Tentara hanya memiliki kewajiban satu, ialah mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keselamatannya, sudah cukup kalau tentara teguh memegang kewajiban ini, lagi pula sebagai tentara, disiplin harus dipegang teguh. Tunduk kepada pimpinan atasannya dengan ikhlas mengerjakan kewajibannya, tunduk kepada perintah pimpinannya itulah yang merupakan kekuatan dari suatu tentara. Bahwa negara Indonesia tidak cukup dipertahankan oleh tentara saja, maka perlu sekali mengadakan kerjasama yang seerat-eratnya dengan golongan serta badan-badan di luar tentara. Tentara tidak boleh menjadi alat suatu golongan atau siapapun juga.
    Diucapkan dihadapan konferensi TKR dan merupakan amanat pertama kali sejak menjabat sebagai Pangsar TKR. Yogyakarta , 1Januari 1946
    Tentara bukan merupakan suatu golongan di luar masyarakat, bukan suatu “kasta” yang berdiri di atas masyarakat. Tentara tidak lain dan tidak lebih dari salah satu bagian masyarakat yang mempunyai kewajiban tertentu.
    Amanat yang tertuang dalam maklumat TKR. Yogyakarta 17 Pebruari 1946
    Kami tentara Republik Indonesia akan timbul dan tenggelam bersama negara.
    Amanat dalam rangka memperingati setengah tahun kemerdekaan RI. Yogyakarta 9 April 1946
    Jangan sekali-kali diantara tentara kita ada yang menyalahi janji, menjadi pengkhianat nusa, bangsa dan agama, harus kamu sekalian senantiasa ingat, bahwa tiap-tiap perjuangan tertentu memakan korban, tetapi kamu sekalian telah bersumpah ikhlas mati untuk membela temanmu yang telah gugur sebagi ratna, lagi pula untuk membela nusa, bangsa dan agamamu, sumpah wajib kamu tepati, sekali berjanji kamu tepati.
    * Percaya kepada kekuatan sendiri
    * Teruskan perjuangan kamu.
    * Pertahankan rumah dan pekarangan kita sekalian.
    * Tentara kita jangan sekali-kali mengenal sifat dan perbuatan menyerah kepada siapapun juga yang akan menjajah dan menindas kita kembali.
    * Pegang teguh disiplin tentara lahir dan batin jasa pahlawan kita telah tertulis dalam buku sejarah Indonesia, kamu sekalian sebagai putera Indonesia wajib turut mengisi buku sejarah itu.
    Amanat dalam rangka peresmian status kedudukan TRI bagian udara sejajar dengan TRI lainnya. Yogyakarta 25 Mei 1946.
    Sanggup mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan Republik Indonesia, yang telah diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, sampai titik darah yang penghabisan. Sanggup taat dan tunduk pada Pemerintah Negara Republik, yang menjalankan kewajibannya, menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dan mempertahankan kemerdekaannya sebulat-bulatnya. Sejengkal tanahpun tidak akan kita serahkan kepada lawan, tetapi akan kita pertahankan habis-habisan…………………. Meskipun kita tidak gentar akan gertakan lawan itu, tetapi kitapun harus selalu siap sedia.
    Amanat dihadapan presiden/panglima tertinggi APRI untuk mengikrarkan sumpah anggota pimpinan tentara. Yogyakarta 27 Mei 1945
    Meskipun kamu mendapat latihan jasmani yang sehebat-hebatnya, tidak akan berguna jika kamu mempunyai sifat menyerah ! Kepandaian yang bagaimanapun tingginya, tidak ada gunanya jika orang itu mempunyai sifat menyerah ! Tentara akan hidup sampai akhir jaman, tentara akan timbul dan tenggelam bersama negara !

    Ganyang Malaysia!




    Habis sudah sabarku
    Ku tak mau lagi melulu
    Tertipu oleh mu
    Sejuta pesona kau tebarkan
    Selaksa janji kau ingkari
    Aku memang rakyat jelata
    Yang slalu terjaga
    Didera nestapa
    Sementara kau
    Terus terlelap
    dalam kenyamanan
    Hanyut terbuai
    kemapanan
    Bagiku tak mengapa
    Tapi setidaknya
    Biarkan aku merasa bangga
    Akan Negriku
    Akan Bangsaku
    Tak perlu lagi sopan santun itu
    Semuanya palsu !

    (..Selamat pagi Indonesia,
    setidaknya biarkan aku memiliki
    Harga diri atas Bangsa ini
    Ganyang Malaysia ! ! )

    http://fiksi.kompasiana.com/group/puisi/2010/08/27/ganyang-malaysia/ 


    10 Kesalahan Malaysia Kepada Indonesia

    Di Hari Kemerdekaan RI Ini Saya terinspirasi nulis artikel ini...
    Berikut ini adalah 10 Kesalahan Malaysia kepada Bangsa Indonesia
    Tidak bermaksud untuk rasis tetapi lebih berdasar kepada pengungkapan fakta-fakta yang terjadi.
    Hidup Lah INDONESIAKU ...

    1. Malaysia mengirimkan teroris-teroris bom ke Indonesia
    http://en.wikipedia.org/wiki/Azahari_Husin http://en.wikipedia.org/wiki/Noordin_Mohammed_To

    2. Malaysia merebut Sipadan – Ligitan
    http://www.dephan.go.id/modules.php?……le&sid=3362

    3. Menginjak-injak harga diri Bangsa Indonesia lewat kasus Ambalat
    http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/…05/10/0802.htm

    4. Berada di belakang layar terjadinya Illegal Logging di Indonesia
    http://www.icmi.or.id/ind/content/view/121/1/

    5. Tidak peduli dengan nasib TKI yang dianiaya majikan
    http://community.kompas..com/index.p……&section=94

    6. Seringkali melakukan pelanggaran batas wilayah Indonesia – Malaysia di pulau Kalimantan
    http://www.bluefame.com/index.php?showtopic=43546

    7. Polisi Diraja Malaysia melakukan pemukulan terhadap wasit Indonesia
    http://www.kompas..com/ver1/Olahraga/0708/27/225259.htm

    8. Mematenkan (melakukan klaim hak paten) Batik Parang asal Yogyakarta
    http://batikindonesia.info/2006/03/3…nkan-malaysia

    9. Mencoba melakukan klaim hak paten terhadap Angklung (alat musik khas Jawa Barat)
    http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=300853

    10. Blog Malaysia Menghina Indonesia
    http://forum.vivanews.com/archive/index.php/t-4198.html
    indoncelaka.blogspot.com

    Bangsa Indonesia di injak - injak KITA BISA BERBUAT APA KAWAN


    Bonus : Download lagu Kemerdekaan
    Berikut ini adalah daftar Lagu Kemerdekaan, Lagu Wajib Nasional, Lagu Perjuangan dan Lagu Karya Anak Bangsa Untuk Republik Indonesia tercinta :

    Bagimu Negeri Mp3
    Berkibarlah Benderaku Mp3
    Bangun Pemuda-Pemudi Mp3
    Bhineka Tunggal Ika Mp3
    Dari Sabang Sampai Merauke Mp3
    Garuda Pancasila Mp3
    Gugur Bunga Mp3
    Gugur Bunga (Instrument) Mp3
    Halo-Halo Bandung Mp3
    Indonesia Pusaka Mp3
    Indonesia Raya Mp3
    Indonesia Tetap Merdeka Mp3
    Maju Tak Gentar Mp3
    Mars Pancasila Mp3
    Mars Bambu Runcing Mp3
    Mars Harapan Bangsa Mp3
    Mengheningkan Cipta Mp3
    Nyiur Hijau Mp3
    Rayuan Pulau Kelapa Mp3
    Satu Nusa Satu Bangsa Mp3
    Syukur Mp3
    Tanah Airku Mp3
    Gebyar-Gebyar Gombloh Mp3

    Kumpulan Pidato Ir. Sukarno [1950-1960]

    List Pidato :

    1. Pidato Gesuri HUT-RI 1963
    2. Pidato Gesuri2 HUT-RI 1963
    3. Pidato Nuzulul Quran 1962
    4. Pidato Front Nasional 1963
    5. Pidato Hari Pancasila 1950
    6. Pidato Hari Pancasila2 1950
    7. Pidato Hari Pramuka
    8. Pidato Hari Pramuka 2
    9. Pidato HUT-RI 1953
    10.Pidato HUT-RI 1963
    11.Pidato Jasmerah HUT-RI 1966
    12.Pidato Maulid Nabi 1963
    13.Pidato Maulid Nabi2 - 1963
    14.Pidato Mhs Indonesia AS 1956
    15.Pidato Unair 1959
    16.Pidato Usai Keliling Dunia
    17.Proklamasi 1945


    .mp3 format. zip files


    download free -> http://bit.ly/k4X5W

    atau mirror site

    download free-> http://bit.ly/10Bl9Q



    JASMERAH, Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah !

    Download kumpulan Pidato- Pidato  Bung Karno
    http://www.ziddu.com/download/2578377/Kumpulan-Pidato-Soekarno-MP3.zip.html 
    PIDATO SOEKARNO (SIDANG RIS)
    http://www.youtube.com/watch?v=dsAU-MjKvc0&feature=rec-HM-r2
    PIDATO SOEKARNO (RAPAT IKADA)
    http://www.youtube.com/watch?v=k1yrzJoGqP0&feature=related
    PIDATO SOEKARNO (PEMBEBASAN IRIAN BARAT)
    http://www.youtube.com/watch?v=Rhqc89fTMgM&feature=related
    PIDATO SOEKARNO (DIDEPAN ISTANA MERDEKA)
    http://www.youtube.com/watch?v=YldTAtdDgCM&feature=related
    PIDATO SOEKARNO
    http://www.youtube.com/watch?v=MeqrCM-qDrA&feature=related
    PIDATO SOEKARNO SAAT HUT RI THN 1964
    http://www.youtube.com/watch?v=ymgjxqA7460&feature=related